Kisah Pengakuan Isteri Berzina Akibat Facebook

shares |


Ini adalah cerita pengakuan seorang isteri yang menulis pada catatan facebooknya tentang dirinya yang terjebak dalam kancah perzinaan akibat facebook, semoga kita dapat jadikan renungan dan boleh jadi teladan bagi kita semua.

“Pernikahanku dengan Zaidi (nama samaran) sudah memasuki tahun ke-10. Selama itu hubunganku dengan Zaidi sangat harmonis. Apalagi dengan kehadiran tiga cahaya mata kami.

Namun, malapetaka di dalam keluargaku bermula tatkala aku mengenal facebook (FB). Gara-gara jaringan sosial inilah impianku untuk membangun rumah tangga yang bahagia hancur berkecai. Aku yang hanya sebagai seorang suri rumah tergoda dengan rayuan lelaki lain melalui FB.

Cerita ini berawal ketika 2011 lalu aku diperkenalkan oleh rakanku tentang facebook. Saat itu, aku yang hanya bekerja di dalam rumah seakan mendapat hiburan baru. Suamiku pun senang kerana melihat diriku tidak bosan menjaga anak di rumah. Sebulan mengenal facebook, aku menilai tak ada yang istimewa pada jaringan sosial ini. Namun, setelah mengenal chat (chatting), aku mulai menikmatinya. Apalagi banyak yang ingin berkenalan denganku.

Baik lelaki, mahupun perempuan. Wajahku memang ayu. Kulitku putih bersih. Saat ini usiaku sekitar 40 tahun. Aku memasang foto profil yang cukup menarik di facebook. Mungkin ini yang membuat banyak orang yang tertarik untuk berkenalan lebih rapat denganku.

Dari sekian banyak lelaki yang menyapa aku di facebook, ada beberapa lelaki yang mengaku tertarik kepadaku. Walaupun saat itu aku mengatakan bahawa aku sudah mempunyai anak dan suami. Sehingga, mereka tidak sepatutnya untuk menyukaiku.

Awalnya aku bertekad untuk tidak tergoda dengan pujuk rayu sebilangan lelaki di facebook. Namun, setelah aku mengenal Amir (samaran), semuanya berubah. Amir adalah seorang guru yang mengajar si sekolah swasta di Johor. Amir betul-betul mampu menggoyahkan imanku. Bahasanya yang santun, dan caranya ia memerhatikanku di facebook telah membuat hati ini luluh.

Setiap hari kami chatting di facebook. Bahkan kami saling bertukar fikiran tentang rumah tangga kami masing-masing. Ya … boleh dikatakan kami saling meluahkan antara satu sama lain. Dari sinilah perasaan aneh muncul, baik saya maupun Amir. Akhirnya, Amir menyatakan sayangnya di chat FB dan ingin berjumpa denganku.

Aku yang sejak awal sudah tertarik dengan Amir tak mampu menolaknya. Namun, aku masih malu-malu menyatakan suka kepadanya.

Setelah sekian bulan hanya chat di facebook, kami pun sepakat untuk bertemu. Kami kemudian melakukan pertemuan di salah sebuah restoran berdekatan. Saat itu Amir datang seorang diri, sementara aku bersama anak bongsuku.

Walaupun, aku menyukainya, aku tak ingin pertemuan kami menimbulkan fitnah. Perasaanku berdebar saat bertemu dengan Amir. Lalu Amir pun menyapaku. Tiba-tiba, ada perasaan yang lain muncul di dalam hatiku. Di tempat itu, Amir pun kembali menyatakan dia tertarik kepadaku. Aku pun menyatakan hal yang sama.

Pertemuan dengan Amir di restoran tersebut bukanlah hal yang terakhir. Sejak pertemuan itu, kami pun sering berjanji untuk bertemu. Kadang-kadang, aku bertemu dengan Amir seorang diri tanpa membawa anakku. Kebetulan di rumah aku memiliki seorang pembantu rumah tangga.

Rupanya, inilah awal dari keretakan rumah tanggaku dengan Zaidi. Aku sudah mulai jarang di rumah tanpa sepengetahuan Zaidi. Maklumlah, setiap hari Zaidi bekerja mulai dari pagi hingga malam.

Sementara itu, aku selalu bertemu dengan Amir dari pagi hingga petang. Amir telah membuka mataku tentang indahnya dunia ini. Ia mengajak aku shopping, dan pergi ke tempat-tempat hiburan lain. Ini semua ku lakukan tanpa harus mengeluarkan duit. Aku seakan-akan sudah terjebak dalam kehidupan berfoya-foya.

Walaupun aku sering berfoya-foya dengan Amir, sikapku di rumah tetap seperti biasa. Aku tetap melayani suamiku ketika ia baru pulang dari tempat kerja, termasuk mengurus pakaian dan makanannya saat ia akan ke pejabat di pagi hari.

Setelah berkenalan dengan Amir selama dua bulan, aku pun tak mampu menolak ajakan Amir untuk bertemu di hotel. Saat itu Amir sudah membooking satu bilik di salah satu hotel budget di kota raya.

Lebih kurang pukul 11.00, aku datang menemuinya di bilik itu. Setelah kami berbincang-bincang selama beberapa minit, aku tak kuasa menolak ketika Amir secara tiba-tiba memeluk tubuhku. Akhirnya, aku pun terjebak, dengan perasaan rela melakukan hubungan suami isteri dengan lelaki yang bukan suamiku sendiri.

Sejak peristiwa itu, kami sering melakukannya. Dari satu hotel ke hotel yang lain. Aku pun begitu menikmati kehidupanku ini. Namun, hatiku setiap hari berbisik. Aku tak rela mengkhianati suamiku yang sudah memberiku tiga orang anak. Apalagi ia begitu baik dan begitu mempercayaiku. Ia pun sangat disenangi oleh keluargaku.

Aku ingin lepas dari kehidupan Amir yang harus kuakui telah memberi warna baru dalam hidupku. Ia pun mengaku tulus mencintaiku. Di depanku juga ia mengaku berdosa telah mengkhianati isterinya. Tapi, ia pun tak mampu meninggalkanku.

Bulan berganti bulan, kehidupanku tak ada yang berubah. Aku pun dan Amir masih tetap menjalinkan hubungan gelap. Bahkan, aku semakin takut kehilangannya. Namun, peribahasa yang mengatakan, “sepandai- pandainya tupai melompat, akhirnya akan jatuh ke tanah juga”. Telah terbukti kepada diriku.

Sedaya upaya aku menyembunyikan hubungan gelapku dengan Amir, akhirnya hubungan kami diketahui oleh suamiku. Pecah tembelangku setelah suamiku membaca SMS Amir yang berisi kata-kata mesra. Ia pun memaksa aku untuk mengaku. Aku saat itu tak dapat berbuat apa-apa. Apalagi suamiku terus menghubungi nombor telefon Amir. Awalnya Amir menafikan dan mengatakan bahawa kami tidak ada apa-apa hubungan istimewa hanya sekadar rakan biasa.

Namun, setelah diancam oleh suamiku, Amir mengakuinya dan meminta maaf. Namun, suamiku sudah tidak dapat menahan kesabaran. Lalu menceraikan aku. Saat ini aku, dan Zaidi masih dalam tahap perceraian.

Namun, dalam doaku setiap selesai solat aku memohon maaf kepada Allah SWT, kepada suamiku, kepada anak-anakku dan kepada keluargaku kerana aku telah mensia-siakan cinta mereka. Aku ikhlas menerima ini semua atas hukuman dari perbuatanku sendiri. Namun, aku masih tetap berharap untuk dapat kembali bersama dengan Zaidi, dan akan aku buktikan untuk menjadi isteri yang baik.”

Catatan : …

Asalnya Teknologi diciptakan untuk mempermudahkan manusia dalam kehidupannya sehari hari, tapi sayang, kenyataannya kita sendiri yang menyalahgunakan teknologi tersebut untuk hal-hal yang tidak baik, kerana menurut data yang ada, sumber perceraian terbesar dunia saat ini adalah berpunca dari FACEBOOK disusul oleh TWITTER, Whatsapp, Wechat dan lain-lain

Jadi gunakanlah semua teknologi itu dengan bijak, serta hati-hati dan waspadalah selalu kerana syaitan akan terus berusaha menggoda untuk menyesatkan diri kita semua. Gunakanlah jaringan sosial untuk mendapatkan keberkatan silaturahim, mencari ilmu yang bermanfaat atau untuk syiar, dan terutama bagi wanita, janganlah meng’upload’ foto yang memperlihatkan aurat sehingga menarik perhatian lelaki.

Terima Kasih dan mudah mudahan bermanfaat untuk kita dan semua keluarga ..

Wallahu a’lam …

Semoga kisah ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci.

Related Posts